Annyeonghaseyo naneun Park EunSae imnida. Seorang sutradara yang cukup terkenal di Korea. Aku mungkin adalah salah satu orang yang beruntung karena memiliki kakak seorang superstar. Park Jung Soo,atau biasa dipanggil dengan sebutan Leeteuk, anggota boyband korea yang terkenal. Tapi menurutku biasa saja, dia hanya seorang lelaki yang menyebalkan tapi begitu sangat perhatian pada orang yang disayanginya, termasuk aku. Mungkin itulah alasan mereka mengatakan bahwa aku beruntung. Tapi tidak dengan kisah cinta yang menyebalkan yang kualami beberapa waktu lalu.
“Yoboseo… ahh oppa, iya aku masih di kantor … sebentar lagi selesai kok… oh, iya.. dahh!!” aku menutup teleponku yang berbentuk flap dan melanjutkan acara meetingku.
“Jadi, apakah kau setuju, Eunsae-ssi?” tanya seorang lelaki tua yang saat itu menjabat sebagai produser “Ne, aku akan berusaha semampuku.”
“Bagus! Itu jawaban yang ingin aku dengar. Model pria dan wanitanya sudah kupilih. Tapi jika kau tidak bersedia mereka sebagai pemerannya, kau boleh pilih sendiri mana artis yang cocok.” sang produser mengangkat bahu, “Aku memilih model prianya adalah Kim Kibum dan wanitanya Kim Soonhee.”
“Ah Soonhee, baiklah. Kapan akan mulai?” tanya ku setelah bos-ku itu menjelaskan panjang lebar. “Besok sore mereka akan datang kesini.”
“Ne. Arraseo.”
AUTHOR POV
Setelah rapat selesai Eunsae pun pulang dengan mengendarai mobilnya. Menyusuri taman dia membuka jendela. Hangat. Perasaan yang hangat membuatnya terasa bahagia. Dia tersenyum kearah taman yang telah membuatnya bahagia.lalu kembali menancap gas, kembali kerumah.
-Home-
“Aku pulang.” sapa Eunsae saat sampai dirumah. Leeteuk berlari menghampiri dongsaengnya. “Ayo kita makan diluar aku lapar.” ajak Leeteuk yang langsung mengoceh.
“Aniyo… aku lelah sekali oppa.” tolak Eunsae dan berjalan menuju kamar tidurnya.
“Huh dasar, istirahatlah yang banyak! Jangan keluyupan mulu (?)!! Kalau sakit aku tidak mau nanggung.” teriak Leeteuk pada Eunsae.
“Hey tunggu dulu…” kata Teuk sambil berlari menghampiri Eunsae “kau kan belum…” kata-kata Teuk terhenti saat melihat dongsaengnya tertidur lelap. “Kebiasaan,” desah Teuk seraya melepaskan sepatu yang masih terpasang dikaki Eunsae.
Keesokan paginya (tengterengtereng) *soundtrack*
“Oppa, pagi. Oppa dah…” kata Eunsae beralu melewati Teuk. “Tunggu, nih makanlah ini nanti kau sakit. Semalam tidak makan! Oppa juga mau brangkat, bareng oppa yuk!” ajak teuk.
“Kalau aku tidak sibuk.” Sahut Eunsae berlalu ke mobilnya.
-Tempat Kerja-
Eunsae terlihat sedang mengatur lokasi syuting pertama pembuatan musik videonya. Eunsae melihat kamera satu lalu berpindah lagi ke kamera yang lain. Lalu menyapa Soonhee yang baru datang.
Kibum juga baru datang. Dia langsung menyapa semua kru yang ada. Lalu menghampiri Eunsae.
“Annyeong Kim Kibum imnida. Aku yang akan menjadi model musik video mu.” Ucapnya sambil membungkuk.
Eunsae mengerjap lalu tersenyum dan membungkuk. “Ah ne. Ini skenarionya. Kau tentu sudah mempelajarinya kan? Kata Leeteuk oppa aktingmu bagus, ku harap itu benar. Aku senang bisa berkerjasama denganmu.”
Kibum hanya tersenyum dan menerima skenario yang diulurkan Eunsae.
Hanya tersenyum tapi berhasil membuat Eunsae mendadak sulit bernafas.
“Eunsae-ssi? Eunsae-ssi?” Kibum melambaikan tangannya melihat Eunsae yang tiba-tiba diam.
Eunsae sedikit tersentak, “Ah, ne. Kita siap-siap 5 menit lagi, oke?” katanya dengan nada memerintah.
Eunsae tau Kibum, Leeteuk sering menceritakan semua member-member digrupnya, termasuk Kibum. Tapi Eunsae belum pernah bertemu langsung dengan Kibum. Baru kali ini.
Saat syuting berlangsung Eunsae hanya bisa berdecak kagum akan akting Kibum. Sangat bagus. Leeteuk oppa benar.
“Cut! Oke bagus!” teriaknya. “Soonhee-ya, Kibum-ssi pertahankan akting kalian! Syuting kita lanjutkan setelah makan siang. Gamsahamnida.”
“Ne, ayo onnie makan siang bareng.” aktris bernama Soonhee menyapa Eunsae. Eunsae mengangguk menerima ajakan Soonhee.
Eunsae tau Soonhee kalau Soonhee adik dari Heechul teman satu grup Leeteuk. Tetapi tidak terlalu dekat. Dan mereka baru berkerjasama sekarang dalam pembuatan musik video ini.
“Kibum oppa kajja! Kita makan bersama Eunsae onnie.” Soonhee mengajak Kibum?
Seperti bisa membaca pikiran Eunsae, Soonhee menambahkan, “Eh, bolehkan aku ajak dia onn?” tanya Soonhee ragu.
Eunsae menatap Soonhee dan Kibum bergantian, ragu sejenak tapi akhirnya mengangguk. “Ne, kajja! Nanti keburu penuh kantinnya.”
*
Soonhee mengajaknnya makan siang, bersama Eunsae? Tunggu kenapa dia jadi senang begini? Ah sudahlah.
Makan siang disebuah kantin yang letaknya tidak jauh dan suasanya indah juga sejuk lebih singkatnya ‘café’. Suasananya sunyi. Tidak ada yang berbicara.
“Oh iya onnie, sudah punya pacar? Ahh pasti sudah onnie kan cantik berbakat pula, pasti banyak yg naksir onn, yakan?” *author sangat jujur hingga aktris epepnya mesem-mesem* tanya Soonhee panjang lebar tetapi pertanyaan-pertanyaannya itu membuat Eunsae melotot dan membuat Kibum tersedak.
“Ahh, tidak.” Eunsae menundukkan wajahnya. Terlihat tidak ingin menjawab pertanyaan yang dilontarkan Soonhee lagi.
“Mm… Bagaimana kalau weekend kita jalan-jalan?” ajak Kibum mengalihkan pembicaraan dan sepertinya Soonhee juga setuju Kibum mengalihkan pembicaraan yang tadi membuat Eunsae terlihat sedih.
“Aku ikuuuttt!!!!” teriak Soonhee sambil mengacungkan jarinya “Onnie?? Ikut ya ikut??”
Kibum tertawa melihat Soonhee merajuk kepada Eunsae.
“Haha.. iya-iya, kalau aku tidak sibuk ya.”
“Ahh masa weekend kerja??? Onnie gak asik nih” Soonhee cemberut.
“Haha iya, iya aku usahaiin Soonhee-ya, kalau aku ikut kita akan ketemuan dimana Kibum-ssi?”
Eunsae masih memanggil Kibum dengan embel-embel –ssi?
“Ah, nanti aku yg akan menjemputmu, Eunsae-ya.”
(lagi…)